Home / DIARY / MOTIVASI

MOTIVASI

Tentang Iklan di Blog Saya

Pertama, saya ucapkan Alhamdulillah. Setelah sekian lama menanti rasa penasaran tentang sebahagia apa rasanya jika iklan google adsense muncul di website kita. Akhirnya, 22 Januari 2018 menjadi hari terakhir penantian ini. Setelah berkali kali diberikan penolakan oleh google. Hari ini akhirnya tiba. Ternyata, rasanya biasa-biasa saja. Hanya bahagianya memang yang luar biasa. (terserah lu syur).

Yups, seperti postingan sebelumnya. Saya menulis di blog tidaklah semata mengharapkan penghasilan iklan. Murni sebagai penyalur ide dan kesukaan, plus sebagai pengingat karya dan perjuangan di masadepan. Tapi, bukan berati saya tidak mengambil kesempatan yang selalu ada. Alhasil, sambil berkarya apasalahnya berpenghasilan. Done, akhirnya akun website saya daftarkan adsense dan di aprove. Once again, alhamdulillah.

(sekali lagi),jujur. Bahagianya hari ini bukan karena berapa omset yang akan saya dapatkan nanti, melainkan betapapun banyak di luaran sana yang mengharapkan adsense nya bisa di setujui oleh Perusahaan Google, tetapi selalu gagal. Dan tidak sedikit yang berakhir putus asa kemudian memilih penyedia lapak iklan alakadarnya.Bukan tanpa sebab, karena untuk mendapatkan google adsense pastilah tidak semudah yang di bayangkan, banyak kebijakan yang harus di penuhi oleh penulis. Mulai dari keaktifan menulis, rating banyaknya view pembaca sampai dengan tema apa yang kita usung didalam website. But Today, Alhamdulillah.

Ada beberapa point yang ingin saya sampaikan terkait ini. Diantaranya :

  1. Perasaan lain dari hanya sekedar bahagia adalah bertambahnya semangat saya untuk terus menulis. Sekali lagi, bukan untuk mempertahankan rating. Tetapi, untuk membalas penghargaan kepada siapapun yang menghargai kita. Apapun itu bentuknya, melalui kebijakan dan persyaratan yang ada di google, bagi saya ini adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada penulis penulis diseluruh dunia melalui lapak adsensenya.

  2. Semangat memperbaiki. Ya, saya menyadari dari segala bentuk kalimat di blog ini sangat amat jauh dari kelayakan disebut tulisan. Sistem penulisan, gaya bahasa dan penggunaan diksinya sangat amat banyak yang perlu di perbaiki. Betatapun jika tidak ada iklan, sebenarnya saya setiap hari selalu belajar memperbaiki tulisan saya. Melalui pembiasaan pembiasaan diri , setiap hari menulis alakadarnya dan sebisanya.

  3. Terima kasih kepada para pembaca. Rating pembaca saya memang tidak sebanyak Personal Web kondang lainnya. Tapi, dengan adanya apresiasi google iklan ini menunjukan bahwa setiap pembaca saya selalu ada peningkatan disetiap minggu dan bulan. Siapapun anda, saya ucapkan terima kasih karena sudah setia membaca tulisan yang tidak seberapa ini. Kiritik saran dan motivasinya selalu di nanti, di kolom komentar setiap postingan.

  4. Semoga, siapapun anda yang membaca tulisan ini. Harap memaklumi dan memaafkan jika ada unsur berlebihan. Saya hanya penulis kelas bawah & rendahan yang sedang kegirangan. Yang akan bahagia jika penantian dan perjuangannya di apresiasi dengan impian yang terwujud. Seperti hari ini.

Sekali lagi, terima kasih. Semoga saya tidak diberikan kemalasan berkarya. Dan anda semua diberikan kekuatan untuk terus membaca setiap postingan sampai usai. Adapun website lainnya yang masih saya kelola dan bernasib sama adalah : www.lampungkita.id , Salam hangat.

Siapa Jodohku?

Hampir semua manusia meyakini bahwa jodoh tidak akan kemana,kan?. Semua manusia diciptakan berpasang pasangan,kan? . Tapi kenapa selalu saja ada yang menggelisahkan tentang jodohnya? Entah. Tapi sebenarnya, bagian paling menarik dari bahasan tentang jodoh adalah rasa penasarannya. “Dimana jodohku,siapa jodohku dan kapan bertemu jodohku”.Right?

Kali ini saya merasa tertarik menulis konten tentang jodoh, selain sebagai pembahasan yang asyik. Saya juga merasa bebas membaperkan diri di ruang ini, karena akan banyak tercipta kalimat kalimat yang syahdu. Kalimat yang mengandung harapan, doa dan juga motivasi.

Sebelumnya, izinkan saya membuat sebuah pengantar yang tersusun dalam beberapa titik jeda dibawah ini :

Jodoh itu bukan siapa cepat dia dapat. Tapi tatkala Allah sudah tetapkan, inshallah ia tepat dan pasti dapat. Untukmu wanita, tak perlulah kau gundah mencari siapa pemilik Tulang rusukmu. Karena pada hakikatnya, seorang pemilik akan mencarinya jika sesuatu yang penting hilang dalam dirinya. Untukmu lelaki, Berhentilah berpura pura kuat, tulang punggungmu semakin lama akan mengeropos,lapuk dan juga bengkok. Engkau membutuhkan penyangga tulang yang kokoh, Rusuk.

Fine, anggap saja kalimat diatas adalah motivasi. Tapi lebih pantas disebut senjata makan tuan, untuk saya sendiri. Gubrak!. Lupakan. Fokus..

saya akan lebih mengerucutkan lagi di pembahasan ini, karena saya sendiri hampir kesusahan ingin menembak fokus dibagian apa. Jujur, bicara tentang jodoh , banyak hal yang harus di kupas. Karena semuanya saling berhubungan. Nah, dibagian ini saya akan memfokuskan pada posisi dimana seseorang dengan segenap kesiapan, kematangan dan ketidaktampanannya menggapai jodoh. Tetapi belum juga kesampaian untuk mendapat kesempatan meraih jodohnya. Dia adalah, aku . Eya!

Ya, harapannya sih semoga ada pembaca yang terwakilkan perasaannya ditulisan ini . Alias “senasib” (Tidak untuk di aamiin kan)

Mansyur, Kenapa Belum Menikah?

Saya jawab, “karena belum jodoh”. What? Selesai deh tulisan ini jika saya jawab secepat dan sesimple itu. Oke, saya akan jawab dengan jawaban yang lebih diplomatis dan akademis :

Sedemikian Tak terhingganya khasanah dan ilmu pengetahuan, beragam penelitian dan kajian yang empiris terhadap topik jodoh makin tak terhitung jumlahnya. Dari kesekian banyaknya aneka dan metode pemikiran, semkin bimbanglah kita menentukan kebenaran mana yang ingin kita ikuti. Termasuk, penentuan sikap dan pilihan kita untuk menentukan mahligai cinta pautan hati bersanding dalam ikatan suci, semakin tak jelas tak tentu arah dan semakin samar samar. (Seperti tulisan ini).

Beragam Prediksi-Pun tercipta, introspeksi diripun hanya sebatas penggugur teori. Pada akhirnya hanya buntu dalam sebuah pernyataan :

“Kenapa Aku belum juga menikah ?”

Pernyataan berbentuk tanya diatas tidaklah sesederhana seperti apa yang saya pikirkan, namun tidaklah sesulit apa yang mungkin anda pikirkan. Untuk menjawabnyapun, saya membutuhkan banyak literasi, pengumpulan data baku, pengelompokan bukti dan fakta dilapangan. serta dorongan yang sangat kuat dari faktor eksternal dan internal. Namun tidak juga membuahkan hasil seperti apa bentuk jodohku. Kemudian, setelah berjibaku dengan teori dan kesimpulan hati. Terkumpul hasil dari sekian banyaknya kesakitan, kesendirian dan kesepian. Inilah jawabannya :

Tidak seorangpun manusia yang pintar mencari jodoh,memilih jodoh dan menemukan pasangannya. Tidak ada satupun !. Karena pada hakikatnya, jodoh bukanlah miliki manusia. Jodoh adalah milik Allah. Allah menganugerahkannya kepada seluruh Makhluk hidup, khususnya Manusia. Allah-pun memberikan motivasinya didalam Al-qur’an bahwa Allah ciptakan kita semua berpasang-pasangan. Tugas kita hanyalah bagaimana kita berjuang dan meraihnya. Dan untukmu, aku tidak tau jodohku siapa. Tapi jika esensi jodoh adalah sebuah perjuangan, maka ketahuilah engkau yang ku perjuangkan selama ini. Dalam doa, dalam niat dan dalam usaha karena Allah. Cukup.

Jadi, Hai untukmu yang sudah menemukan jodohmu, bersyukurlah. Karena Allah menyegerakan olehmu jodohmu. Hai engkau yang sedang berusaha meraih jodoh, perbaiki dirimu karena Allah. Dan jangan memperbaiki diri hanya karena ingin mendapatkan makhluk-NYA. Luruska niat, cinta dan komitmen hati.

Kamu pilih-pilih ya ?

What? Dengan kondisi badan yang tidak mirip afgan begini dibilang pilih-pilih. Penting saya sampaikan : Memilih itu harus, untuk menghindari salah plih. Tapi kalau terlalu memilih, namanya Keterlaluan. Dan jangan lupa, kita juga bagian dari yang dipilih, jangan sampai kita termasuk objek dari salah pilihnya si do’i. Intinya, sebelum memilih dan dipilih, perbaikilah diri.

Intermezo : saya sudah sampai tahap memilih, tinggal pantaskah saya menjadi pilihannya.

Bagaimana Tipe pasanganmu?

Jujur sih ya, tentang kriteria saya tidak terlalu mem’pusing’kan. Yang penting dia bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Membina dan membimbing dalam hal agama dan pengetahuan. Untuk fisik, saya berani mengatakan itu adalah relatif. Bagi saya, wanita cantik dan seksi adalah yang ketika memandang wajahnya, syurga serasa dekat dipelupuk mata, eya..

tentang tipe, intinya adalah :

Allah pernah Berfirman dalam Al’qur’annya bahwa, “ Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (Q.S Al-Baqarah: 187).

Jadi, bagi saya adalah “Sebuah Pakaian” bisa saja Pas atau tidak. Cocok atau tidak. Tetapi esensi dan filosofi pakaian yang sebenarnya adalah pakaian akan menutupi, memperindah dan melindungi diri. Dari segala kekurangan kita, ketidak sempurnaan kita dan kejelekan kita. Itulah tipa wanita pasanganku, tidak seberapa penting ia berparas cantik . Tapi selama ia bisa menjadi bagian dari penutup kejelekan dan ketidaksempurnaan diri, insyallah saya bahagia.

Baiklah, sekian tulisan tentang jodoh yang bersumber dari ketidaksahihan diri ini. Saya bukanlah pakar jodoh. Saya hanya berusaha menulis apa yang saya ketahui dan rasakan. Karena disnilah, saya merasa merdeka mengungkapkan pendapat. Bagi yang kurnag berkenan, saya minta maaf. Smoga kita segera menikah. Alfatihah ..

Rahasia di Balik Keluhan Lelaki

Sepertinya tidak perlu lagi saya berikan kalimat pengantar tentang Hidup yang penuh cobaan dan masalah. Karena sudah pasti, siapapun yang hidup, Masalah akan selalu ada. Pun, adanya tulisan sederhana ini juga dilatarbelakangi oleh adanya masalah. Ya, saya membuat tulisan ini 1 jam setelah mendapati banyak sekali masalah dalam hidup. Dan saya tidak tau harus terlampiaskan semuanya dengan cara apa dan kepada siapa, selain kepada wanita tercinta dan blog ini. Alhasil, terciptalah sederet huruf yang tidak berfaedah ini.

Point yang ingin saya sampaikan di tulisan ini adalah, Rahasia di balik keluhan lelaki terhadap wanitanya. Saya memang bukan ahli fsikolog, apalagi percintaan. Tetapi, sederet panjang pengalaman yang sudah saya lalui, dirasa sangat cukup dijadikan bahan untuk mengisi konten dr judul tulisan ini. Tentang rahasia yang harus diketahui wanita, perihal lelakinya yang kadang mengeluh. Inilah dia :

Mengeluh Bukan Berarti Lemah

Motif lain dari terciptanya tulisan ini adalah, saya termasuk pria yang bisa dikatakan pendiam dalam hal urusan pribadi, tetapi jika menemukan orang yang sangat amat nyaman untuk di ajak terbuka, maka overactive saya akan kambuh. Sulit mengontrol keterbukaan yang semsetinya tidak dilakukan oleh kebanyakan pria lain, yaitu mencurahkan segalanya. Sekecil apapun itu perkara.

Kadang juga saya suka mengeluhkan masalah yang dirasa sangat amat berat. Tapi, ternyata masih ada wanita yang menganggap keluhan Pria adalah sebuah kelemahan. Wanita, Ketahuilah. Curahan seorang lelaki , tidak melulu soal “mentoknya” jalan keluar dan solusi. Bukan pula tentang kelemahan dan ketidakberdayaannya. Lelaki mengeluhkan persoalan hidup padamu, bisa jadi adalah untuk menunjukan bahwa engkau adalah wanita yang sangat amat Penting dalam hidupnya. Yang tidak ingin didalam kejadian besar dan bersejarah dalam perjalanan lelaki, kau melewatkannya begitu saja. Ia ingin menjadikanmu sebagai saksi perjuanagan dan saksi keperkasaannya. Wanita,  ketika lelaki memiliki pikiran untuk mengeluhkan masalahnya padamu, pada saat itu juga bumi seakan runtuh dan berat. Karena ia takut wanita menyalahpahami maksudnya, sehingga hilanglah harga dirinya. Padahal, ia rela menahan malu untuk mengeluh padamu, untuk menjadikanmu spesial dalam keterpurukannya,bukan hanya disaat sukanya saja.

Jadi, berhentilah menganggap keluhan lelaki itu sebagai bagian dari kelemahan. Berhentilah merespon keluhan lelaki dengan kalimat “Lelaki kok ngeluh sama wanita”.

Lelaki Juga Punya Air Mata

saya pernah mendengar kalimat “Airmata Lelaki adalah Kejujuran”. Ya, dalam konteks ketegaran hidup. Saya mengakuinya. Lelaki juga memiliki air mata, yang akan ia jatuhkan disaat serius . Seriusnya ia dalam keterpurukan. Air mata lelaki itu terdiri dari keringat, darah dan harga diri. Bukan sekedar lelehan air yang bisa kapan saja ia tumpahkan. Lelaki tidak menangis ditempat yang sederhana, bukan juga ditempat sembarang. Lelaki akan menangis dalam tegaknya badan, teguhnya hati dan kuatnya pendirian. Jadi, engkau wanita, ketika lelaki mu mengeluh disertai dengan butiran air mata. Beruntunglah, engkau sudah dijadikan wanita paling berharga dalam hidupnya. Berterima kasihlah pada airmatanya, karena engkau sudah dijadikan sebagai wanita paling sepsial, paling penting.

Lelaki, tidak menangis kepada sembarangan orang.

Lelaki Hanya Ingin didengar

Wanita, point terakhir ini saya menganggapnya point terpenting. Kenapa, krna ini menjawab semua fenomena diabad ini. Tatkala wanita menganggap keluhan seorang pria adalah tidak semestinya dilakukan. Ingatlah, Lelaki itu lebih tegar, lebih cerdas dan lebih berani . Setuju atau tidak,silahkan anda jawab sendiri. Inti dri poin ini adalah, pria tidak begitu membutuhkan solusi, masukan, semangat dan bantuan. Ia hanya ingin di dengarkan. Ia hanya ingin segala keluh kesahnya adalah sebuah keniscayaan. Ia hanya ingin menjelaskan bahwa, sekuat dan setegarnya lelaki, masih membutuhkan sosok wanita di sampingnya. Sosok wanita yang selalu ada disaat suka dan duka. ia hanya ingin mempertegas keadaan, kalau wanitanya tetap akan menerima meski dalam keadaan terpuruk sekalipun.

Done, tidak ada maksud lain dari tulisan ini. Point point yang saya buat, adalah murni hasil hikmah yang saya dapatkan dari sosok wanita. Ia adalah kekasihku, yang sangat amat saya kagumi dan cintai. Yang menagnggap semuanya adalah keniscayaan. Ia tidak menganggpku lemah tatkala saya mengeluh, justru saya merasa menjadi lelaki terkuat dimuka bumi ini. Karena bisa menaklukan hati wanita yang amat besar dan baik. Karena bisa disandingkan dengan wanita yang memahami lelaki sebegitu jauhnya. Umi rojiati, aku mencintaimu.

Diary – Espisode Eps Topik Korea

Orang-orang memperhatikanku dengan keheranan. Terik matahari di langit gedung-gedung bandar lampung kian membakar. Di kejauhan , aku yang sedang berada di teras masjid Attaqwa ini, pastilah terlihat menyedihkan. Termenung dengan pikiran dan pandangan kosong. Beruntung, ditemani tas ransel di samping, aku duduk persis di depan tumpukan sendal-sendal para pejabat & juga pendosa yang sedang berdo’a.

Mansyur, kan? “ suara yang tiba-tiba datang, memecahkan lamunan siang itu. Sejanak, ku hapus keringat deras didahiku dengan tisu. “Iya, ya ampun. Loh, kok lo ada disni? Kapan pulang dari korea? “ ia tak menjawab, ku tau maksudnya. Kemudian ku tarik tangannya, ku rengkuh badannya. Sudah pasti dia juga akan melakukan hal yang sama. Ketika seorang sahabat yang telah lama saling merindukan dan kini bertemu. Iya, Seorang sahabat sejati. Yang terpisah karena cita-cita. Sahabat seperjuangan, sepenanggungan.

kemaren syur, sengaja gak ngasih tau lo biar surpirse, dan ternyata lo terkejut juga..”
masih terlihat sembab di wajahnya karena manahan haru pertemuan ini. Ku mencoba menerawang jauh kedalam jiwa dan pikirannya. Tergambar dan terbayang sebuah kenangan disana. Kenangan masa kuliah, bertahun tahun hidup bersama dalam ruang 3×3 dan atap plafon yang agak rendah. Berjuang dalam keterpurukan dan kerasnya penindasan hidup dan juga usia muda.

ya allah, ini bukan sebuah kejutan lek, tapi lebih dari sekedar kejutan. Ini anugerah “ menatapnya, seperti menatap banyak adegan masa lalu. Bayangannya, kembali merajai pikiranku. Melesat jauh ke masa lampau, hingga saat ini bisa sedekat dan senyata ini melihatnya,thoni. Sungguh kemustahilan yang semustahil mustahilnya. Ia yang akrab di panggil “lek”. Engkau didepanku. Kita bertemu, kita harus melanjutkan masa lalu, masa yang tertunda karena uang!.

syur, inget ini. Gua pergi bukan semata karena uang, dan pulang bukan juga karena sudah cukup. Tapi dimanapun kita berpijak, proses bertahan hidup di zaman ini, semuanya sama saja. Perihal makan & memberi makan, berpakaian dan membantu sesama harus semata-mata karena ingin dekat pada Allah, sekali lagi bukan uang,bukan kekayaan”

******

mataku berat sekali. Ingin kututup diary malam ini dengan sebuah kata ‘wassalam’. Dan kemudian melanjutkan mimpi itu. Iya, mimpi pertemuan di siang itu, di masjid itu. Sekali lagi, tadi hanya mimpi. Ah,sial. Menyakitkan,thon.

Tak banyak yang ku ingat mimpi pertemuan itu. Yang ku tahu sekarang, mimpi malam ini, engkau merubah segalanya, merubah pandanganku. Dan malam ini, akhirnya ku akhiri, ku lipat diaryku, ku selipkan di bawah bantal. Berharap, kelanjutan mimpi tersambung kembali. Tapi,nihil ..

Pagi ini, aku kembali menulis diary sebab tertunda semalam. Ini pagi pertama setelah mimpi itu. Pagi ini, ku membiasakan diri untuk tidak terlalu sering membuka laptop dan mengecek website Hrd korea. Selalu memantau perihal perkembangan tahapanku. Ya, tahapan keberangkatanku. Yang sangat dan teramat lama bisa merasakan tanah dan teriknya matahari korea. Entah kapannya.

Aku terlalu lelah, hari – hariku biasanya hanya diisi dengan harapan-harapan. Ada yang berbeda angin pagi ini. Angin yang penuh dengan semangat memperbaiki diri dan keinginan. Teringat kalimat terakhir dari mimpi itu. Dimanapun berpijak, selama Allah masih menjadi tujuan dan sandaran, semoga Allah memudahkan dan meridhoi.

Thon, pagi ini. Ku persembahkan semangat tanpa angan-angan bertemu denganmu. Bukan berarti aku tidak mengharapkannya. Tapi ku ingin menjadi bernilai dimasa masa penantian ini. Do’akan sahabatmu, segera sukses sebelum Prelim 🙂

aamiin ..