Home / SASTRA

SASTRA

3 Tempat Unik yang sering di Gunakan saat Berpikir & mengusir Galau

Galau Terbaik adalah Ketika Kelelahan Berfikir dan Menemukan solusinya..

Entah, tulisan ini termasuk dalam katogori apa. Sajak, bukan. Cerita pendek,bukan. Apalagi puisi dan apalagi Tips. Jangan, jangan anda kategorikan tips yang harus diikuti. Yang jelas , berharap ini masih beraliran sastra. Kali ini, saya ingin menulis perihal cerita pribadi, tentang sekelumit pengalaman yang absurt – yang agak aneh, tapi memiliki pengaruh besar dalam hidup. Khususnya dalam dunia kepenulisan saya, dunia imaji saya. Beirikut adalah beberapa tempat yang biasa saya gunakan untuk berpikir dan berimajinasi.

Bermalam di Puncak Bukit

Iya, saya suka sekali bermalam di atas bukit. Saya memang tidak memiliki jadwal khusus kapan harus melakukannya. Tapi, berdasakan pengalaman. Saya akan bermalam ketika jiwa dan raga dalam keadaan resah dan kalut sekalut kalutnya. Depresi berat dan terserang stress akut. Puncak bukit palapa, disitu biasanya saya bermeditasi semalaman. Untuk waktunya, biasanya saya datang sekitar jam 01.00 malam s.d subuh, dijamin sulit tertidur. Saking terlalu khusyu memandangi langit malam yang gemerlap bintang. Maka akan mengurangi beban pikiran yang ada dalam diri.
Bagi anda yang tertarik, jangan sampai anda pergi tanpa membawa alas/tikar, lotion anti nyamuk dan jangan sesekali menyalakan api unggun. Karena akan mengurangi sensasi simedi – meditasi anda.

Toilet, pusatnya imaji.

Selanjutnya, saya akan memulai ke-absurt-an ini didalam Toilet. Ada apa dengan toilet? Jawabannya, sangat teramat penting. Banyak sekali keputusan – keputusan besar dalam hidup saya, bermulai dari toilet. Sebut saja ketika mendapatkan keputusan untuk berpisah dengan si mantan. Lebih tepatnya, saya di putuskan ketika saya berada didalam toilet. Fine. Ternyata bukan bagian ini yang saya maksud. Baik, serius. Banyak sekali apa yang saya alami di masa sekarang, berkat berpikir keras dalam pengambilan keputusan saat berada di toilet. Misal, saat harus meneruskan Kuliah atau tidak. Memilih tempat bekerja. Menjadwalkan aktifitas dalam keseharian. Sampai-sampai, tidak “mules”pun, saya akan pergi ke toilet dan memulai berpikir. Salah satunya, hasil dari Tulisan ini 😀

Keliling Kota Tengah Malam

Ini tidak berlaku di seluruh kota, apalagi jakarta. Hanya kota-kota tertentu dengan tingkat ketenangan dan keamanan yang terjamin. Di bandar lampung sendiri, aktifitas malam ramainya sampai jam 1 malam, selebihnya kota akan tenang dan sepi. Nah di waktu kota sedang tenang dan sepi inilah, jam yang tepat untuk berkeliling. Merasakan kesegaran udara malam bercampur sisa sisa polusi yang sedang proses pengembunan. Sekali lagi, ini berlaku bagi kota yang menjamin keamanannya. Seperti di bandar lampung, bersyukur tingkat keamanan di kota ini sangat TOP. Balik lagi ke pembahasan, di bandar lampung, semakin malam maka semakin indah dan sejuk. Suasana kota yang di penuhi dengan bukit bukit cantik, di kelilingi oleh teluk teluk & pantai yang indah. Membuat nuansa malam semakin merona. Keindahan dan sensasi nya lah yang membuat pikiran tenang dan relax. Biasanya saya berkeliling dengan motor, agar udara semakin terasa diwajah dan tembus ke otak bagian dalam .

Nah, sementara ini, 3 tempat itulah yang biasa saya gunakan untuk pelampiasan. Ada yang sengaja tidak saya masukan point diatas. Karena ini diatas segala gala ketenangan. Yakni bermediasi dengan Allah di sepertiga malam, baik di masjid atau di rumah. Itu waktu terbaik dan sebaik baik tempat. 3 point di atas saya jadikan selingan saja, bukan rutinitas. Hanya disaat saat saya sedang jenuh melampiaskan kesakitan hati sendiri didalam rumah.

Terima kasih, 🙂

Diary – Espisode Eps Topik Korea

Orang-orang memperhatikanku dengan keheranan. Terik matahari di langit gedung-gedung bandar lampung kian membakar. Di kejauhan , aku yang sedang berada di teras masjid Attaqwa ini, pastilah terlihat menyedihkan. Termenung dengan pikiran dan pandangan kosong. Beruntung, ditemani tas ransel di samping, aku duduk persis di depan tumpukan sendal-sendal para pejabat & juga pendosa yang sedang berdo’a.

Mansyur, kan? “ suara yang tiba-tiba datang, memecahkan lamunan siang itu. Sejanak, ku hapus keringat deras didahiku dengan tisu. “Iya, ya ampun. Loh, kok lo ada disni? Kapan pulang dari korea? “ ia tak menjawab, ku tau maksudnya. Kemudian ku tarik tangannya, ku rengkuh badannya. Sudah pasti dia juga akan melakukan hal yang sama. Ketika seorang sahabat yang telah lama saling merindukan dan kini bertemu. Iya, Seorang sahabat sejati. Yang terpisah karena cita-cita. Sahabat seperjuangan, sepenanggungan.

kemaren syur, sengaja gak ngasih tau lo biar surpirse, dan ternyata lo terkejut juga..”
masih terlihat sembab di wajahnya karena manahan haru pertemuan ini. Ku mencoba menerawang jauh kedalam jiwa dan pikirannya. Tergambar dan terbayang sebuah kenangan disana. Kenangan masa kuliah, bertahun tahun hidup bersama dalam ruang 3×3 dan atap plafon yang agak rendah. Berjuang dalam keterpurukan dan kerasnya penindasan hidup dan juga usia muda.

ya allah, ini bukan sebuah kejutan lek, tapi lebih dari sekedar kejutan. Ini anugerah “ menatapnya, seperti menatap banyak adegan masa lalu. Bayangannya, kembali merajai pikiranku. Melesat jauh ke masa lampau, hingga saat ini bisa sedekat dan senyata ini melihatnya,thoni. Sungguh kemustahilan yang semustahil mustahilnya. Ia yang akrab di panggil “lek”. Engkau didepanku. Kita bertemu, kita harus melanjutkan masa lalu, masa yang tertunda karena uang!.

syur, inget ini. Gua pergi bukan semata karena uang, dan pulang bukan juga karena sudah cukup. Tapi dimanapun kita berpijak, proses bertahan hidup di zaman ini, semuanya sama saja. Perihal makan & memberi makan, berpakaian dan membantu sesama harus semata-mata karena ingin dekat pada Allah, sekali lagi bukan uang,bukan kekayaan”

******

mataku berat sekali. Ingin kututup diary malam ini dengan sebuah kata ‘wassalam’. Dan kemudian melanjutkan mimpi itu. Iya, mimpi pertemuan di siang itu, di masjid itu. Sekali lagi, tadi hanya mimpi. Ah,sial. Menyakitkan,thon.

Tak banyak yang ku ingat mimpi pertemuan itu. Yang ku tahu sekarang, mimpi malam ini, engkau merubah segalanya, merubah pandanganku. Dan malam ini, akhirnya ku akhiri, ku lipat diaryku, ku selipkan di bawah bantal. Berharap, kelanjutan mimpi tersambung kembali. Tapi,nihil ..

Pagi ini, aku kembali menulis diary sebab tertunda semalam. Ini pagi pertama setelah mimpi itu. Pagi ini, ku membiasakan diri untuk tidak terlalu sering membuka laptop dan mengecek website Hrd korea. Selalu memantau perihal perkembangan tahapanku. Ya, tahapan keberangkatanku. Yang sangat dan teramat lama bisa merasakan tanah dan teriknya matahari korea. Entah kapannya.

Aku terlalu lelah, hari – hariku biasanya hanya diisi dengan harapan-harapan. Ada yang berbeda angin pagi ini. Angin yang penuh dengan semangat memperbaiki diri dan keinginan. Teringat kalimat terakhir dari mimpi itu. Dimanapun berpijak, selama Allah masih menjadi tujuan dan sandaran, semoga Allah memudahkan dan meridhoi.

Thon, pagi ini. Ku persembahkan semangat tanpa angan-angan bertemu denganmu. Bukan berarti aku tidak mengharapkannya. Tapi ku ingin menjadi bernilai dimasa masa penantian ini. Do’akan sahabatmu, segera sukses sebelum Prelim 🙂

aamiin ..

Kumpulan Status Facebook

Status Facebook ini saya kumpulkan dari Update’an status pribadi, entah ini berupa sajak, puisi atau sekedar kalimat biasa. Tapi saya menamainya “Bukan Sajak” . Kenapa? karena saya menulis status ini niat awalnya adalah bersajak, tapi sepertinya setelah di teliti lebih mendalam, kalimat yang saya buat tidak masuk dalam kategori sajak yang baik & benar.
jadi, anggap saja ini sajak-sajakkan 🙂

Hujan dan Galaunya
Iya, saat saat suram seperti ini.
Deras hujan dan raungan petir sangat membantu.
Menangis tanpa terlihat, menjerit tanpa terdengar.

Tak Sadar Di Cintai

Berhenti merasa dirimu tak dicintai. Percayalah, ada banyak orang di luar sana yg bertanya-tanya seperti apa rasanya bersamamu & mencintaimu.

bersyukur itu menenangkan, itulah sebab mengapa ketenangan itu mahal. itulah sebab kenapa sesuatu yang menenangkan itu patut di perjuangkan. itulah sebab kenapa,kan?
ah syudahlah..

Selamat HUT RI dan Kemerdekaan sendiri

Kemerdekaan sederhana yang diinginkan banyak orang adalah : Terbebasnya Hati dari jajahan kesepian dan kesendirian | (juga) merasa merdeka untuk memilih tidak segera di perduakan.

Syukur Tiada Henti

Tentang senyum bahagiamu hari ini. Entah airmata doa siapa yang Allah kabulkan.

Politik Banyak Intrik | Saatnya Tarbiyah Siyasi

iya. Berbicara perihal kepemimpinan islam, menjadikan seorang birokrat yang bekerja diranah politik/siyasi. Memiliki kekuatan Ruhaniyah/kesholihan, Modalitas/materi dan bassis dukungan, professionalitas/kemampuan bekerja dan kompetensi politis, dan Citra. Adalah Hal Wajib yang harus di miliki.

Jika ada sosok pemimpin yang sholeh, namun tidak memiliki kompetensi secara politis/professionalitas, maka kebaikan hanya ada padanya dan keburukanlah yang diberikan kepada rakyat, karena dia tidak bisa bekerja untuk rakyat/kemudhoratan bagi umat.

Jika ada sosok pemimpin yang agak kurang Sholeh, namun memiliki kompetensi politis dan professional dalam bekerja, maka keburukan hanya ada padanya dan kebaikan ada pada rakyatnya/kemashlahatan umat.

Dan jika ada pemimpin yang Sholeh dan melengkapi kriteria diatas. Keberkahan bagi semuanya.

Sumber : Tak Sahih

Se- ..

Selamat merayakan ke(se)nangan terpahit & terabaikan yang “se-“nya di hilangkan, malam ini.

Jika ingin melihat status Facebook lebih lengkap, silahkan klik disini , Saya mengikhlaskan bagi siapa saja yang ingin mengcopy, tapi lebih baik lagi jika konfirmasi 🙂
terima kasih ..

Froggy, Bukan Sekedar Binatang Peliharaan

Katak Bertanduk,Froggy. Belum begitu lama kita bersama. Meski ku tau kau bukan binatang yang biasa di berikan ruang untuk bersama manusia, aku tetap mengambilmu dan merawatmu. memberimu makan agar kau tak kelaparan & menempatkanmu dalam ruang yang mungkin tak layak bagimu.

aneh memang, ketika ku pegang erat badanmu. tak sedikitpun rasa “jijik” yang kebanyakan orang rasakan. bahkan , kau menjadi kerinduan yang ku inginkan saat pulang kerumah.

(Sekali lagi) karena engkau bukanlah manusia, sebelah mata pandangan orang sudahlah wajar biasa. Terserah. kamulah yang tetap ku ajak berbicara, meski ku tak yakin kau pun memahaminya. adalah suatu kebahagiaan saat ku usap punggungmu dan kau mendengkur. entah takut, malu-malu atau karena rasa rindu seharian tak bertemu yang menjadikanmu seperti itu. tapi bagiku,

kau kegirangan. karena itulah, engkau sangat menggemaskan. Froggy.

tetaplah jadi binatang yang berbeda, yang jika semakin di perhatikan semakin sayang . Semakin meenggemaskan.
Dari majikanmu, yang masih belajar menyayangimu dan sebangsamu.. (M.Mansyur)

Froggy, adalah seekor katak dengan ciri-ciri unik. memiliki tanduk dikepalanya, meski terlihat berkulit keras kasar, padahal hewan ini sangat lembut dan halus. iya sering disebut katak bertanduk / kodok bertanduk dengan nama lain adalah Megophrys Nasuta / Megophrys montana. Binatang ini sekarang sangat langka, sering ditemukan di daerah pegunungan sumatera dan kalimantan.

Pak Guru, Kapan Datang Kembali ?

Foto : Dokumentasi Tri Sujarwo

Malam mulai beranjak. Bintang yang bertebaran di angkasa seolah tak tampak. Lampu-lampu penerang rumah sudah dinyalakan sejak beberapa jam yang lalu. Ponselku berdering. Berkali-kali. “Nomor baru rupanya,” batinku. Sesaat kuangkat. Batinku langsung tersengat, mendengar suara yang tak asing untuk kembali kuingat.

“Bapak guru, Gerson ni,” suara lantang terdengar mengiang di telingaku. Lamunanku kembali tertuju pada sebuah kampung kecil di pelosok Pulau Yapen, Sambrawai.
“Sa lagi di kota. Makanya sa bisa telpon Pak Guru,” suara itu kembali berkerumun di telingaku. Rasanya ingin menangis. Memeluk bocah pendiam yang senang sekali difoto itu.
“Wah, Gerson. Ko apa kabar?” tanyaku penasaran.
“Sa baik-baik saja, Pak guru. Sa pi rumah kontrakan Bapak Desa minta Pak guru pu nomor,” jelasnya sebelum kutanya dari mana dia mendapatkan nomorku.
“Pak guru kapan datang kembali?” tanyanya lagi.
Tetiba aku terdiam. Menyiapkan jawaban. Menatanya agar enak didengar. “Pak guru tara tahu kapan ke Sambrawai lai. Insya alloh kalau ada rezeki Pak guru datang kembali, tapi tara tau kapan,” jawabku.

Telpon terputus. Tak ada suara dengan nada meliuk melengking lagi. Lalu sahutan dialek Jawa dengan aksen Ngapak terdengar dari atas loteng rumahku. Seolah mengatakan bahwa aku sudah di Ambarawa bukan Papua lagi.

Gerson adalah satu-satunya muridku yang naik kelas dengan syarat. nilai-nilainya bagus dan sudah bisa membaca namun tingkat kehadirannya sangat minim sekali. Dalam satu bulan ia hanya berangkat beberapa hari saja. Makanya saya berpesan kepada ibunya. “Mama pu anak naik kelas lima. Tapi, kalau nanti tara rajin berangkat sekolah de turun jadi kelas empat lai,” kataku pada ibu empat anak itu.

Hampir satu bulan yang lalu aku meninggalkan Kampung Sambrawai. Tempatku mendedikasikan diri menjadi seorang guru di ujung timur Indonesia. Beberapa waktu yang lalu ibu angkatku menelepon. “Anak ko su kembali. Sa ingat-ingat ko terus. Aro, semoga ko suatu saat kembali lagi e,” kurang lebih demikian yang disampaikan oleh ibu angkatku. Lalu mataku berkaca-kaca mengingat ibu angkatku yang baik luar biasa. Seorang wanita tangguh yang serbabisa yang tidak pernah membiarkanku kelaparan. Aneka hidangan tersaji di meja makan saat perutku mulai keroncongan.

Mama Rio salah satu warga orang di kampungku juga sempat mengirimkan sms. “Semua orang rindu pa guru sampe. Masyarakat kampung ingat pa guru, karena pa guru terlalu baik sekali,” katanya lewat pesan singkat. Menurutku bukan aku yang terlalu baik, tapi, warga desa yang begitu peduli terhadapku.

Bahkan tadi malam Pak Guru Dem salah satu guru di kampung Yobi yang tengah berada di Manado sempat menelponku menanyakan kabar. Rasa rindunya akan Pulau Jawa kerap disampaikannya padaku baik saat aku masih di Papua maupun saat aku sudah tiba di Lampung. Pak Daniel, Bapak ketua jemaat Pniel Sambrawai juga rajin berkirim kabar kepadaku. “Pak guru sa su ada di Makassar ni,” katanya beberapa hari yang lalu.

Aku jadi teringat saat pengumuman penempatan sebelum diberangkatkan oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar ke Papua. Aku menangis dan menolak ditempatkan di ujung timur Indonesia itu. Namun, bagaimanapun juga pengajar muda Indonesia Mengajar harus siap ditempatkan dimana saja. Kini, tangisan itu masih kerap menghampiriku. Bukan tangisan penolakan seperti dulu tapi sebuah tangisan akan kerinduan pada Tanah Papua.

Kerinduan yang membawaku kepada banyak kenangan yang terserak di sepanjang Kampung Sambrawai. Rindu makan papeda dengan kuah kuningnya, rindu dengan tumis daun pepaya dan rindu dengan ikan-ikan segarnya yang hampir setiap hari kumakan. Kebaikan hati warga kampung yang tanpa pamrih akan kuingat selalu. Aroma Papua melekat kuat dalam hatiku hingga aku susah melepaskannya. Hingga kini aku masih tetap menyimpan rindu padamu, Tanah Papua.

__________________________________________________________________

Penulis : Tri Sujarwo

Kita Berbeda Banyak Hal | tapi sama dalam satu Hal

kita sering berbeda. tentang pendapat, pandangan, apalagi kesukaan. tentang sikap kita yang kadang kekanak-kanakan,  maafkanlah. cukup kita nikmati sebagai bagian dari perjalanan cinta. Tapi hanya satu yang menyamakan kita. iya, itu Cinta.

Saat ini, kita hanya tidak bisa saling melihat mata, saling berpegang tangan dan saling menepuk bahu. itu semua penyebab kehampaan hubungan ini,ya.

Bantulah, bantulah lelakimu ini dengan tidak memandang sesering apa aku tidak memperhatikanmu

Percayalah , aku hanya belum menemukan cara yang tepat agar kamu nyaman, denganku.

|Permintaan Maaf jarak Jauh untukmu yang jauh|

Proposal Hidup

Tuhan – Inilah proposal hidupku.

Bismillahirrahmaanirrahiim

 “Jika engkau tidak memiliki rencana yang jelas, maka engkau akan masuk dalam rencana orang lain.” (Dr. Shalah Shalih ar-Rasyid)

Diatas adalah sebuah kata yang bermakna amat dalam. Sebuah kata yang menjadikan seorang manusia berfikir bahwa hidup membutuhkan sebuah rencana. Bagaikan  acara besar yang membutuhkan persiapan & rencana-rencana matang. Mulai dari latar belakang acara, nama acara, tujuan acara, jadwal acara, sponsorship, dan lain sebagainya. Semua itu, terangkum rapih dalam sebuah planning book bernama Proposal.

Maka, inilah rencana “kegiatan” dalam hidupku kedepan (do’akan semoga tercapai)

#3 tahun ke depan (s/d umur 30 thn)

  1. Mendapat Gelar Magister Komunikasi

  2. Menerbitkan Buku tentang “SAJAK” dengan Penerbit Gramedia

  3. Mendirikan Produc Brand sendiri dengan nama “BDL Collection”

  4. Mendapat Omzet 1 bulan Rp 10.000.000

  5. Aktivis dakwah perubahan yang istiqamah dan ta’at

  6. mendirikan public speaking school di lampung dengan nama “Public Speaking School of Lampung”

  7. Mendirikan Kursus Bahasa Korea
  8. menjadi MC Profesional Nasional

  9. menikah dan menjadi suami yang taat

  10. Menerbitkan buku dengan judul “ semua bisa menjadi pembicara handal”

Maka, Ya Allah…

Saksikanlah hamba meminta dan memohon dari engkau Ar-Rahman…

Sebuah permintaan yang tertulis demi sebuah kesuksesan dunia dan akhirat..

Bimbinglah Aku, Menggapai semua niat Baik ini.

“Jika engkau gagal merencanakan, berarti engkau merencanakan kegagalan”

|Salam Hangat|
M.Mansyur

Wira Garden In love

Selamat pagi sayang, sudah dipastikan kau bangun kesiangan. Ku yakin kau kelelahan menemaniku seharian kemarin. Ku menulis tulisan ini 2 jam sebelum memanjatkan doa disubuh kita.
Semoga tulisan ini menjadi pengingat kita. Obat dikala rindu.

Kemarin adalah hari mengakhiri menghilangnya kita. Ku lebih suka menyebutnya akhir dari Kebersamaan jarak jauh . Meski pertemuan kemren hanya sementara dan akan berakhir setalah 24 jam. Ah, namun Sebelumnya ku ucapkan terima kasih kehadiranmu. Sekian lama mengeluh rindu, kau akhirnya luluh untuk mengsihiku .sekali lagi, Walau hanya sehari.

Sisa-sisa lelah perjalanan kita kemrin sangat amat masih terasa. Tapi percayalah, ini adalah lelah yang paling aku suka . Menuruni lembah, menyusuri pinggiran sungai, menghitung siulan burung liar, bukankah itu menyenangkan ?

Kau ingat makan siang kita yang mesra itu? Makan siang pertama kita selama hampir 3 tahun kita bertemu .Amat spesial sekali bukan ? Namun sayang, kau tak selahap yg ku harapkan . Tapi justru karena itu kau membuatnya makin mesra. Kalimat – kalimat penuh cinta tak hentinya ku berikan padamu, kekhawatiranku akan kondisi kesehatanmu. Sayang, tetaplah sehat. Jangan sakit.

Waktu itu kita bicara banyak hal . Memang, tak semua hal harus
dibicarakan, seperti tak semua hal harus disimpan. Tapi bagiku, bukan seberapa banyak cerita apa yang kita bicarakan. Tapi seberapa lama aku bisa mendengar suaramu disisiku. Juga Ternyata, melihatmu teramat sangat membahagiakan. Mungkin Itu sebab kenapa jauh darimu sangat menyakitkan. Sangat sangat menyakitkan

kemarin, Jarum jam entah kenapa berdetak seribu kali lebih cepat dari biasanya. Sudah
jam tiga sore dan beberapa kejap lagi kita harus berpisah. Untuk beberapa waktu kemudian, setidaknya sampai pelaminan .
Bukankah itu sangat menyedihkan ? Kita tinggal dan lahir dikota yang sama. Kenapa harus memaksakan hidup seperti ini. Apa aku terlalu egois jika menahanmu untuk tetap tinggal bersamaku saja disini. Kita jalani apapun kondisinya. Yang penting bersama. Tapi ternyata tidak bisa. Tidak apa – apa..

Ah, aku memang cengeng. Kau hanya sementara disana bukan? Jadilah dosen yang budiman. Ajarkan ke para mahasiswamu untuk kuat menjalani hidup. Untuk selalu mencintai orang-orang terkasih. Yang mencintai tanpa pamrih dan lelah. Jika diantara mereka ada yang bertanya alasannya kenapa ? Ceritakanlah sebagaimana aku yang mencintaimu.

Pada akhirnya kau harus pergi. Kumohon jangan bermata sayu padaku. itu
menyakitkan sayang.
Percayalah. Kemesraan seperti kemrin, akan kita buat lagi. Bahkan kita buat lebih membahagiakan .
Sayang, Hidup yang sedang kuperisiapkan.
masih banyak bagiannya yang belum ditemukan. Maukah kau duduk sejenak
untuk bersabar? . Mungkin akan sulit dan rumit namun aku yakin kita mampu.
Maaf jika aku tergesa-gesa mengantarmu kembali. Aku yakin kau sangat tidak
menyukainya.padahal bisa saja aku memperlambat laju kendaraan lalu
berpura-pura mesinnya rusak. Dan kita bisa lebih berlama lama lagi bersama.

Atau ku biarkan kau tidur sejenak, dan ku pastikan kau mimpi indah. Dengan nyenyak dan lelap. Dan setelah itu membiarkanmu ketinggalan bis. Ah, aku selalu terlihat menyedihkan jika memintamu untuk tetap disisiku. Terima kasih sayang telah menjadi sangat baik dan dewasa. Jangan lupa selalu doa kita, segera menjadi nyata dan indah.amin

| moment di wira garden, bandar lampung |

Apriori Cinta

Sedihnya, pada abad ini – Kebenaran hanya mengenang mereka yang menang. Ketika kalah, aku harus menulis sejarahku sendiri dan siapa tahu orang-orang akan membacanya sebagai perjuangan.
pun, aku ingin yang tidak ikut bersorak ketika aku menang adalah orang yang paling membantuku untuk berdiri paling tinggi.
yang membantu menggapai Kepantasan dalam sebuah apriori cinta. ya, aku ingin itu karena cinta, yang diam dan sederhana tak banyak kata .
yang menganggap cinta adalah yang aku perjuangkan dari kemenangan-kemenangan kecil yang tidak memiliki arti bagi siapapun.
aku hanya ingin merasakan kehilangan seseorang
yang membuatku takut kehilangan seseorang. kamu !
yang juga menganggap Cinta sebagai perang. Dan ketika menang, aku telah berhasil mendapatkan kekuasaan tertinggi: dan itu bukan kesepian. apalagi kesedihan.

Belajar Menulis Biografi Diri Sendiri

||note : tulisan ini hanya proses belajar semata, tidak ada unsur kepentingan apapun,seperti riya – ujub-sombong dan lainnya  ||

__________________________________________________________________________

Miskin tidak boleh menjadi penghalang prestasi . Itu yang menjadi pakem kehidupan muhammad mansyur untuk berjuang menggapai cita-cita.

Mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi IAIN Raden Intan lampung – berusia 22 tahun ini memang terlahir dari keluarga petani pas-passan. Terlebih ia adalah anak ke-enam dari delapan bersaudara.

Namun , keberaniannya mengambil sikap dan langkah kini ia tumbuh menjadi pemuda tangguh. Tepat 02 juli 2014 lalu ia menyelesaikan studinya sebagai sarjana komunikasi islam. Semaasa kuliah ia aktif dibidang broadcast dikampusnya.

Mansyur sempat mendapat predikat mahasiswa berprestasi .2012 , julukan yang cukup mudah diucapkan. Namun, menilik perjuangan mansyur, ada sesuatu yang cukup istimewa. Bahkan untuk sekedar mendapat status mahasiswa.

Ia bercerita panjang tentang biografi hidupnya. Sewaktu sd berjualan es balon adalah rutinitas keseharian yang harus ia jalankan untuk sekedar membantu orang tua melewatkan biaya kuliah.

Semasa smp, ia juga pernah menjadi penjaga WC umum disebuah taman wisata tak jauh dari tempat tinggalnya dibilangan batu putu-teluk betung. “ saya sempat putus sekolah satu tahun Setelah lulus smp karena tak punya biaya. Padahal waktu itu saya adalah lulusan terbaik. “

satu hal yang amat ia syukuri adalah anugerah tuhan atas kesadaran menerima keadaan dengan pikiran jernih. Pikiran itu adalah bahwa miskin bukanlah halangan meraih sukses. Itu yang menggerakan mansyur untuk gigih berjuang.

“ saya menggangap kekurangan itu sebagai cobaan. Dan cobaan itu harus menjadi pemicu untuk bekerja keras meraih cita-cita” kata duta mahasiswa BKKBN 2012 yang juga menjadi delegasi nasional itu.

Satu jalan meraih sukses , menurut keyakinan mansyur adalah tetap sekolah. Namun untuk menjalani itu tidak mudah,

selepas SMP , ia diterima di SMK Neger 3 bandarlampung jurusan tata busana. Disekolah kejuruan yang kerap menggelar kompetisi ini, ia menunjukan prestasinya.

Berbagai predikat ditingkat sekolah hinggah antar SMK terus ia torehkan, bahkan ia pernah menjadi bintang film dilomba indie movie lampung dengan judul film “langit jingga” dan meraih predikat terbaik 2 se-lampung. jugadifilmnya yang lain sempat menjadi delegasi ke tingkat nasional. Ia juga menjadi nominator peserta LKS (lomba keterampilan siswa) smkn3 bandarlampung bidang tata busana,

“ ini semua atas doa ibu dan bapak saya. Setelah bapak meninggal ibu saya yang amat hebat bisa menafkahi kami yang waktu itu masih kecil-kecil sampai kami tumbuh dewasa saat ini, ayah meninggal waktu saya kelas 2 sd”, Kata dia.

Sebagai mahasiswa ia aktif berbagai kegiatan dan organisasi. Di pusat informasi dan konseling (pik) sahabat ia menjadi delegasi lampung dalam Lintas Nusantara Remaja Dan Pemuda Bahari (LNRPB) di sail wakatobi, makassar 2012. di ajang itu, dia terpilih menjadi peserta terbaik dalam pemilihan minat bakat. Bujang yang hobynya melukis ini pun pernah menjadi juara 1 lomba desain poster bkkbn 2012.

bukan hanya itu , dengan kecintaannya di bidang broadcast ia pernah menjuarai berbagai event perlombaan presenter. Ia pernah menjadi juara presenter yang diadakan oleh slah satu production jakarta, serta menjadi finalis presenter Hunt di TV daerah. Kegemarannya menulis dan menelitipun pernah menghantarkan pemuda yang juga pendiri komunitas public speaking ini pernah mendapat predikat 5 besar terbaik dalam penulisan karya ilmiah Al-qur’an se-sumatera di Universitas Bengkulu.

ia mengaku sukses bukanlah tujuan, melainkan sebuah proses yang harus terus dijalani. “ sukses itu relatif . Ya bagi saya sukses itu adlaah ketika kita bernilai bagi orang lain dan semakin dekat dengan Allah ” kata dia.

Pria keturunan sunda ini memang sudah aktif berorganisasi sejak dibangku Mts Nurul Hikmah Batu Putu. Ia sudah menduduki ketua ekskul pramuka. Di smk 3 bandar lampung ia jga menjadi ketua ekskul rohis dan pernah menjabat sebagai ketua umum pik sahabat iaian lampung . Kini ia aktif sebagai pelatih Public Speaking di Komunitas Cuap-cuap, ketua komunitas dedemIT (desa-desa melek informasi dan teknologi),pembina di Pusat Informasi dan Konseling IAIN raden intan lampung, tutor keagamaan Rohis SMK Negeri 3 Bandarlampung.

Sebagai orang yang menekuni dibidang Public Speaking, kini ia akttif meniti karir sebagai MC profesional (wedding MC, Birthday Party, Live Music,dll) , menjadi pembicara talkshow remaja atau lainnya, menjadi trainer motivator, trainer public speaker dan lain-lain.

__________________________________________________________________________

Gimana ? Yang mau komment,,, tengkiyu 🙂

Karena Ibu Sayang Kamu

11203046_1146819558679804_7123488083279688202_nAnakku…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka
ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu
ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak…

Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah…
Saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

(Dikutip dari Kaskus)

The Power Of “YATIM” | Part 2

(Intermission)

..Dan, tibalah saat dimana YATIM itu menjadi peran dalam perubahan hidup kami. menjadi angin segar di tengah panasnya hidup.

desas-desus keberadaan kami di tengah-tengah hutan, sepertinya di ketahui oleh orang baik.

sehingga berdampak yang sangat postif dikehidupan kami. mulai dari intensitas orang dermawan yang sering berkunjung kerumah kami, hingga kemudahan kemudahan lain. yang sangat tidak terlupakan adalah, kami mendapat beasiswa untuk sekolah dasar di wilayah saya. alhasil, saya dan saudara saya yg lainnya bisa bersekolah dengan tidak perlu memikirkan biaya dan lain lain. setelah SD, kami masih berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. lagi-lagi, jalan itu selalu ada. dan bermuaralah kami di puncak tertinggi, yakni SMK. sebuah kedudukan status pendidikan yg kala itu sangat teramat mustahil dan tak terbayangkan bisa menyandang status pelajar SMA. kami rasa sudah cukup di SMK. untuk berikutnya benar-benar kami tidak bisa berharap banyak dan memaksakan kehendak. KULIAH adalah realitas yg tak mungkin terjadi. akhirnya, kakak saya memilih untuk bekerja dan tidak melanjutkan kuliah. saya? masih terjebak diantara keinginan dan kenestapaan.

hanya bisa membathin kembali, “seandainya ayah masih hidup,seandainya tidak yatim”.

Selalu begini, persis seperti sebuah film yg alur ceritanya sangat kontras dengan perencanaan matang, ya saya rasa Allah merencakan yg maha dahsyat dibalik kepesimisan hambanya. . lagi-lagi, Allah membuka jalan bagi saya, saya mendapat rekomendasi beasiswa untuk melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di lampung. tetesan air mata haru sangat deras kala itu. tak terbendung dan memang saya biarkan mengalir. dan yang tak kalaha dahsyatnya, sepanjang saya kuliah, setiap semester,saya selalu mendapatkan beasiswa . mulai dari beasiswa berprestasi, tidak mampu, karya ilmiah dan lain-lain. hingga saya saat ini menjadi seorang sarjana.

Tahukan temen temen sekalian, ada rangkaian cerita yang sengaja terputus. yang tidak saya kaitkan dengan judul diatas dalam ceritanya yakni tentang “the power of YATIM”. saya sengaja membuat rangkuman kesimpulannya secara terpisah, karena ini sangat amatlah pentngmenurut saya untuik di bagi. peranan YATIM di kehidupan saya adalah, utama sekali. saat itu saya tidak peduli saya di kategorikan orang miskin, layak di bantu dll. yang jelas, ketika itu kami sangat membutuhkan sesuatu. yaitu perubaha hidup. dan itu di awali dengan sebuah status pemberian ayah, YATIM. beberapa rangkuman peran YATIM yang sangat besar dalam kehidupan saya antara lain :

– Kami mendapatkan tempat tinggal rumah, kebun dan hasil pertanian lainnya karena juragan china ini adalah kenalan ayah semasa hidupnya. entah merasa iba atau balas budi, yang jelas status yatim menjadi alasan utamanya untuk kami bisa layak dibantu. meski status kami menumpang ditanahnya, kami hidup hampir 17 tahun di sana. waktu yg teramat lama untuk sebuah tumpangan. dan kami berterima kasih untuk itu. (terima kasih kepada bapak PimPing)

– Kami (5 orang) bisa masuk SD sampai SMP dengan bantuan gratis/beasiswa dari pihak sekolah setempat. kepada bapak poniran, kepala sekolah MI Nurul HIkmah, dan bapak MUrsalin kapala sekolah MTs nurul hikmah. terima kasih kami ucapkan atas bantuannya. peranan status yatim sudah jelas di sini, kami mendapat beasiswa karena memang khusus bagi anak yatim yang tidak mampu.

– Terima kasih juga saya sampaikan kepada pihak SMKN 3 Bandar lampung. juga guru-guru yang sangat berperan telah membantu kami. bu Netty ,pak surya dan bu tuty. yang telah bersedia membantu kami memberikan beasiswa kepada kami. lagi-lagi peran Yatim sangat amat berperan aktif dsini. hampir setiap persyaratan pengajuan beasiswa harus melampirkan surat keterangan tidak mampu, dan status yatim selalu menjadi sorotan utama dalam mempertimbangkan layak atau tidaknya dalam proses seleksi beaisswa.

– Kepada bapak RT/KELUARAHAN terima kasih yang sudah selalu sabar memberikan rekomendasi rekomendasinya kepada banyak pihak. pernyataan-pernyataan tentang keluarga yatim yg layak untuk mendapatkan pengayoman. akhirnya saya bisa berkuliah di IAIN Raden Intan lampung. hampir setiap 3 bulan sekali saya selalu membuat rekomendasi beasiswa/bantuan di kelurahan . dan sebagian besar, selalu rekomendasinya berhasil. terima kasih sekali lagi.

Dan yang paling penting, saya ucapkan terima kasih banyak kepada ayahanda ku tercinta. masih sangat terngiang ditelinga ketika ibu menceritakan tentang ayah semasa hidupnya, ayah pernah berkata ” jika boleh meminta kepada Tuhan, ayah lebih baik yang didahulukan untuk meninggal dunia, karena jika ibu duluan. ayah tidak tau bisa kuat atau tidak menjalani hidup tanpa ibu dan anak-anak bisa terbengkalai “. dan kenyataannya, meski ayah sudah tidak ada didunia. tapi peran ayah sangat masih melekat dikehidupan kami. pemberian status yatim adalah warisan yang tersembunyi. warisan yang tak dikehendaki. juga sebenernya warisan yang tak ingin di syukuri . tapi untuk sekarang ini, kami hanya ingin mengatakan:

YATIM bagi kami adalah sebuah ironi. tapi menyimpan banyak misteri. sungguh kami tidak bermaksud ingin bersyukur dengan meninggalnya ayah. krna kami yakin, jika ayah masih hidp, kehidupan kami jauh lebih baik dri ini. tapi kami berterima kasih kepada Tuhan, Yatimmu, menyelamatkan kami pada jurang keputusasaan hidup. ayah, meski kau telah meninggal. tapi kau sebenarnya adalah peran utama dan terbesar dalam kehidupan kami. dan ALLah pastinya diatas segala gala.

i love you ayah |

The Power Of “YATIM” | Part 1

Yatim. ya, anak yang tidak punya bapak karena ditinggal meninggal dunia. saya adalah anak yatim sejak dari kelas 2 SD. persis waktu itu masih beurmur 7 tahun.

Sedih ? sangat sedih. siapa tak sedih kehilangan seseorang yang sangat di cintai. apalagi seseorang itu adalah yang sangat berarti. sang tulang punggung yang amat bertanggung jawab bagi keluarga. tapi apa dikata, beliau harus terpaksa mewariskan seluruh tanggung jawabnya ke ibu dan anak-anaknya. bukan warisan tanah, rumah, atau harta benda lainnya. tapi warisan sebuah status bagi kami, YATIM.

Bagi saya, status yatim adalah sebuah status yang memutus kontribusi ayah dalam menanggung semua beban keluarga . termasuk tanggung jawabnya dalam mewujudkan keinginan anak-anaknya dalam mengemban pendidikan , juga kesuksesan. hari-hari baru dalam menyandang status yatim sangat berat untuk di jalani. keputusasaan dan kepesimisan adalah hal yang sangat melekat dihari hari ku.  bagaimana tidak, kami masih sangat teramat kecil untuk menanggung amanah ini, ibu sudah teramat tua dan lemah . sangat berharap ada sebongkah harta sepeninggal bapak yang bisa kami gunakan untuk situasi sulit ini. lagi lagi, status yatim adalah warisan paling menyedihkan yang saya terima. ya, status menyedihkan.

(back to the title)

Sekali lagi, mulanya saya mengganggap YATIM adalah sebuah status yang menciptakan tentang keputusasaan dan kepesimisan masuk dalam ranah kewajaran. masih mewajarkan jika kami hidup dalam serba kekurangan, putus pendidikan, dll. karena bukan tanpa alasan memiliki alasan itu, sangat jelas alasannya memang. hampir semua lini kehidupan dan kebutuhan kami ketika itu di tautkan dengan ekonomi atau uang. sungguh, kehidupan dimulai dari awal -dari nol. kami mengungsikan diri ke sebuah kebun ditengah hutan terpencil, tanpa tetangga-tanpa apa apa. hidup menumpang ditanah seorang juragan china sekaligus mengurus kebun miliknya. rumah kami yg dulu adalah peninggalan ayah satu-satunya, tapi harus di jual demi  keperluan ayah untuk menebus rumah sakit dan biaya lainnya saat masih hidup  dalam masa perawatan. ya, kami hidup asing dengan status yatim setelahnya. oh ayaaah..

Saat itu saya masih berusia 7 tahun, tetapi masih sangat teringat jelas gambaran bagaimana setiap keadaan dan momen kehidupan.lagi lagi keluhannya adalah kami masih sangat teramat kecil dan ibu yg sudah terlalu tua untuk menanggung smuanya. ibu sadar, untuk memulai perubahannya harus melalui pendidikan. ya, kami 7 orang anaknya harus sekolah. tapi ibu lebih sadar jga bahwa ada jalan terjal yg harus di laluinya. BIAYA.

Teramat tidak mungkin membiayai smua anak anaknya sekolah dengan kondisi yang terkatung-katung.

bahkan untuk kehidupan sehari-hari saja bisa makan nasi kami sangat bersyukur dan bahagia..

____________________________________

Lalu, dimanakah YATIM  berperan?. (next part 2)