Home / DIARY / MOTIVASI / Siapa Jodohku?

Siapa Jodohku?

Hampir semua manusia meyakini bahwa jodoh tidak akan kemana,kan?. Semua manusia diciptakan berpasang pasangan,kan? . Tapi kenapa selalu saja ada yang menggelisahkan tentang jodohnya? Entah. Tapi sebenarnya, bagian paling menarik dari bahasan tentang jodoh adalah rasa penasarannya. “Dimana jodohku,siapa jodohku dan kapan bertemu jodohku”.Right?

Kali ini saya merasa tertarik menulis konten tentang jodoh, selain sebagai pembahasan yang asyik. Saya juga merasa bebas membaperkan diri di ruang ini, karena akan banyak tercipta kalimat kalimat yang syahdu. Kalimat yang mengandung harapan, doa dan juga motivasi.

Sebelumnya, izinkan saya membuat sebuah pengantar yang tersusun dalam beberapa titik jeda dibawah ini :

Jodoh itu bukan siapa cepat dia dapat. Tapi tatkala Allah sudah tetapkan, inshallah ia tepat dan pasti dapat. Untukmu wanita, tak perlulah kau gundah mencari siapa pemilik Tulang rusukmu. Karena pada hakikatnya, seorang pemilik akan mencarinya jika sesuatu yang penting hilang dalam dirinya. Untukmu lelaki, Berhentilah berpura pura kuat, tulang punggungmu semakin lama akan mengeropos,lapuk dan juga bengkok. Engkau membutuhkan penyangga tulang yang kokoh, Rusuk.

Fine, anggap saja kalimat diatas adalah motivasi. Tapi lebih pantas disebut senjata makan tuan, untuk saya sendiri. Gubrak!. Lupakan. Fokus..

saya akan lebih mengerucutkan lagi di pembahasan ini, karena saya sendiri hampir kesusahan ingin menembak fokus dibagian apa. Jujur, bicara tentang jodoh , banyak hal yang harus di kupas. Karena semuanya saling berhubungan. Nah, dibagian ini saya akan memfokuskan pada posisi dimana seseorang dengan segenap kesiapan, kematangan dan ketidaktampanannya menggapai jodoh. Tetapi belum juga kesampaian untuk mendapat kesempatan meraih jodohnya. Dia adalah, aku . Eya!

Ya, harapannya sih semoga ada pembaca yang terwakilkan perasaannya ditulisan ini . Alias “senasib” (Tidak untuk di aamiin kan)

Mansyur, Kenapa Belum Menikah?

Saya jawab, “karena belum jodoh”. What? Selesai deh tulisan ini jika saya jawab secepat dan sesimple itu. Oke, saya akan jawab dengan jawaban yang lebih diplomatis dan akademis :

Sedemikian Tak terhingganya khasanah dan ilmu pengetahuan, beragam penelitian dan kajian yang empiris terhadap topik jodoh makin tak terhitung jumlahnya. Dari kesekian banyaknya aneka dan metode pemikiran, semkin bimbanglah kita menentukan kebenaran mana yang ingin kita ikuti. Termasuk, penentuan sikap dan pilihan kita untuk menentukan mahligai cinta pautan hati bersanding dalam ikatan suci, semakin tak jelas tak tentu arah dan semakin samar samar. (Seperti tulisan ini).

Beragam Prediksi-Pun tercipta, introspeksi diripun hanya sebatas penggugur teori. Pada akhirnya hanya buntu dalam sebuah pernyataan :

“Kenapa Aku belum juga menikah ?”

Pernyataan berbentuk tanya diatas tidaklah sesederhana seperti apa yang saya pikirkan, namun tidaklah sesulit apa yang mungkin anda pikirkan. Untuk menjawabnyapun, saya membutuhkan banyak literasi, pengumpulan data baku, pengelompokan bukti dan fakta dilapangan. serta dorongan yang sangat kuat dari faktor eksternal dan internal. Namun tidak juga membuahkan hasil seperti apa bentuk jodohku. Kemudian, setelah berjibaku dengan teori dan kesimpulan hati. Terkumpul hasil dari sekian banyaknya kesakitan, kesendirian dan kesepian. Inilah jawabannya :

Tidak seorangpun manusia yang pintar mencari jodoh,memilih jodoh dan menemukan pasangannya. Tidak ada satupun !. Karena pada hakikatnya, jodoh bukanlah miliki manusia. Jodoh adalah milik Allah. Allah menganugerahkannya kepada seluruh Makhluk hidup, khususnya Manusia. Allah-pun memberikan motivasinya didalam Al-qur’an bahwa Allah ciptakan kita semua berpasang-pasangan. Tugas kita hanyalah bagaimana kita berjuang dan meraihnya. Dan untukmu, aku tidak tau jodohku siapa. Tapi jika esensi jodoh adalah sebuah perjuangan, maka ketahuilah engkau yang ku perjuangkan selama ini. Dalam doa, dalam niat dan dalam usaha karena Allah. Cukup.

Jadi, Hai untukmu yang sudah menemukan jodohmu, bersyukurlah. Karena Allah menyegerakan olehmu jodohmu. Hai engkau yang sedang berusaha meraih jodoh, perbaiki dirimu karena Allah. Dan jangan memperbaiki diri hanya karena ingin mendapatkan makhluk-NYA. Luruska niat, cinta dan komitmen hati.

Kamu pilih-pilih ya ?

What? Dengan kondisi badan yang tidak mirip afgan begini dibilang pilih-pilih. Penting saya sampaikan : Memilih itu harus, untuk menghindari salah plih. Tapi kalau terlalu memilih, namanya Keterlaluan. Dan jangan lupa, kita juga bagian dari yang dipilih, jangan sampai kita termasuk objek dari salah pilihnya si do’i. Intinya, sebelum memilih dan dipilih, perbaikilah diri.

Intermezo : saya sudah sampai tahap memilih, tinggal pantaskah saya menjadi pilihannya.

Bagaimana Tipe pasanganmu?

Jujur sih ya, tentang kriteria saya tidak terlalu mem’pusing’kan. Yang penting dia bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Membina dan membimbing dalam hal agama dan pengetahuan. Untuk fisik, saya berani mengatakan itu adalah relatif. Bagi saya, wanita cantik dan seksi adalah yang ketika memandang wajahnya, syurga serasa dekat dipelupuk mata, eya..

tentang tipe, intinya adalah :

Allah pernah Berfirman dalam Al’qur’annya bahwa, “ Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (Q.S Al-Baqarah: 187).

Jadi, bagi saya adalah “Sebuah Pakaian” bisa saja Pas atau tidak. Cocok atau tidak. Tetapi esensi dan filosofi pakaian yang sebenarnya adalah pakaian akan menutupi, memperindah dan melindungi diri. Dari segala kekurangan kita, ketidak sempurnaan kita dan kejelekan kita. Itulah tipa wanita pasanganku, tidak seberapa penting ia berparas cantik . Tapi selama ia bisa menjadi bagian dari penutup kejelekan dan ketidaksempurnaan diri, insyallah saya bahagia.

Baiklah, sekian tulisan tentang jodoh yang bersumber dari ketidaksahihan diri ini. Saya bukanlah pakar jodoh. Saya hanya berusaha menulis apa yang saya ketahui dan rasakan. Karena disnilah, saya merasa merdeka mengungkapkan pendapat. Bagi yang kurnag berkenan, saya minta maaf. Smoga kita segera menikah. Alfatihah ..

Related Post

loading...

Check Also

Rahasia di Balik Keluhan Lelaki

Sepertinya tidak perlu lagi saya berikan kalimat pengantar tentang Hidup yang penuh cobaan dan masalah. …

4 comments

  1. shodaqallhul’adzim..

  2. heheh, ini bertanya kepada siapa? kepada TUHAN? atau diri sendiri, atau teman, atau ortu.. galau ya mas.. tai keren ide nya dari dalam hati bisa tertuang jadi artikel

    • hehehe, sepertinya kepada entah .
      terima kasih sudah mampir om.. mohon doanya supaya bangsa kita maju dan saya segera menikah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *