Home / Tag Archives: cuap-cuap

Tag Archives: cuap-cuap

Surat Kecil untuk Calon Gubernur & Wakil Gubernur Lampung

Kepada YTh
Para Calon Gubernur dan Wakil

Selamat malam. kepada bapak/Ibu  Cagub-Cawagub Lampung yang sangat mengakrabi malam. Sengaja saya tujukan surat ini di malam hari. Karena saya yakin diwaktu malamlah, kalian dengan segenap tenaga dan pikiran menghabiskan malam untuk memikirkan kemajuan Lampung. Karena dimalam jua-lah, kalian sulit tertidur dan tidak sempat membayangkan senikmat apa kalian bangun diesok hari, hanya untuk membangun lampung. Kan? Semoga ..

Kepada Bapak/Ibu Cagub & Cawagub yang saya banggakan. Saya, kami dan kita semua warga Lampung percaya didalam hati yang paling agung, kalian berani mencalonkan diri dengan segenap modal Iman dan juga ikrar janji setia yang diucapkan dengan lisan dan Inshallah akan di wujudkan dengan perbuatan yang baik. Kami percaya kepada kalian semua, dan siapapun kalian yang akan memimpin Lampung, kami menunggu dengan penuh kesetiaan dan harapan untuk realisasi itikad baik kalian.

Kepada Bapak/Ibu Cagub & Cawagub yang Cerdas dan berwawasan luas. Saya adalah salah satu contoh warga lampung yang awam dan bodoh, yang hanya bisa melihat kursi keGubernuran gonjang ganjing berputar mencari Tuannya. Entah dengan cara apa kalian menaklukan kursi itu, saya hanya bisa berdo’a agar kursi itu diduduki oleh tuannya yang Bijak, berwibawa dan berbakti untuk kami,rakyatnya.

Kepada Bapak/Ibu Cagub & Cawagub yang kedua telinganya masih teramat baik untuk mendengar. Semoga kelak, siapapun diantara kalian yang terpilih mampu mendengar suara suara dan rintihan warganya. Betatapun banyak diantara pemimpin belahan dunia yang tak peduli akan teriakkan warganya. Tapi saya percaya, bapak/Ibu termasuk kedalam bagian pemimpin-pemimpin yang adil.

Kepada Bapak/Ibu Cagub & Cawagub yang Kedua matanya masih bersinar binar,sehat dan mampu melihat dengan baik. Semoga bapak/ibu kelak selalu mampu melihat seperti apa kondisi warga lampung saat ini. Alangkah masih banyaknya warga dan saudara saudara saya diluaran sana yang masih hidup dalam ketidakadilan, kesusahan dan kesengsaraan. Pemerataan pembangunan dan SDM yang tidak terbina dengan baik. Kurangnya akses pendidikan, minimnya pembangunan ekonomi ataupun kebijakan lainnya. Semoga dengan kelihaian mata bapak/ibu melihat, kelak mereka akan dengan sangat mudah mengatakan “Inilah pemimpin yang sebenarnya. Yang sangat mencintai warganya. Yang adil dan beradab. Pemimpin yang tidak Buta, pemimpin yang tidak Buta” .

Kepada Bapak/Ibu Cagub & Cawagub yang cintanya masih berpatri dalam jiwa. Saya hanya mengingatkan. (Sekali lagi), mengingatkan bahwa cinta sejati seorang pemimpin adalah manakala ia dicintai warganya. Dengan segenap kebijakanya. Dengan segenap kontribusinya. Dan dengan sepenuh pengorbanan, perjuangan (pun) keikhlasannya. Bapak Ibu Cagub-Cawagub yang kedua tangannya masih sangat kuat, semoga kelak jika terpilih. Menjadilah pemimpin pilihan yang dengan kedua tangannya, ia ciptakan berjuta tepuk tangan warganya pertanda Berhasilnya kalian dalam memimpin kami.

Kepada Bapak/Ibu Cagub & Cawagub yang baik. Mungkin hanya inilah harapan saya. Mohon untuk dimaafkan, jika dalam penulisan ini ada kata yang tidak berkenan dan membuat pikiran kepada bapak/ibu. Ini hanyalah sebuat surat semata, yang dibuat dengan berdasarkan cinta dan juga harapan. Semoga bapak/ibu kelak setelah terpilih, segeralah membalas surat saya ini dengan segenap penciptaan kehidupan yang baik dan makmur untuk kami, Calon wargamu.
(M.Mansyur , Warga Teluk Betung Barat, Bandar Lampung)

3 Tempat Unik yang sering di Gunakan saat Berpikir & mengusir Galau

Galau Terbaik adalah Ketika Kelelahan Berfikir dan Menemukan solusinya..

Entah, tulisan ini termasuk dalam katogori apa. Sajak, bukan. Cerita pendek,bukan. Apalagi puisi dan apalagi Tips. Jangan, jangan anda kategorikan tips yang harus diikuti. Yang jelas , berharap ini masih beraliran sastra. Kali ini, saya ingin menulis perihal cerita pribadi, tentang sekelumit pengalaman yang absurt – yang agak aneh, tapi memiliki pengaruh besar dalam hidup. Khususnya dalam dunia kepenulisan saya, dunia imaji saya. Beirikut adalah beberapa tempat yang biasa saya gunakan untuk berpikir dan berimajinasi.

Bermalam di Puncak Bukit

Iya, saya suka sekali bermalam di atas bukit. Saya memang tidak memiliki jadwal khusus kapan harus melakukannya. Tapi, berdasakan pengalaman. Saya akan bermalam ketika jiwa dan raga dalam keadaan resah dan kalut sekalut kalutnya. Depresi berat dan terserang stress akut. Puncak bukit palapa, disitu biasanya saya bermeditasi semalaman. Untuk waktunya, biasanya saya datang sekitar jam 01.00 malam s.d subuh, dijamin sulit tertidur. Saking terlalu khusyu memandangi langit malam yang gemerlap bintang. Maka akan mengurangi beban pikiran yang ada dalam diri.
Bagi anda yang tertarik, jangan sampai anda pergi tanpa membawa alas/tikar, lotion anti nyamuk dan jangan sesekali menyalakan api unggun. Karena akan mengurangi sensasi simedi – meditasi anda.

Toilet, pusatnya imaji.

Selanjutnya, saya akan memulai ke-absurt-an ini didalam Toilet. Ada apa dengan toilet? Jawabannya, sangat teramat penting. Banyak sekali keputusan – keputusan besar dalam hidup saya, bermulai dari toilet. Sebut saja ketika mendapatkan keputusan untuk berpisah dengan si mantan. Lebih tepatnya, saya di putuskan ketika saya berada didalam toilet. Fine. Ternyata bukan bagian ini yang saya maksud. Baik, serius. Banyak sekali apa yang saya alami di masa sekarang, berkat berpikir keras dalam pengambilan keputusan saat berada di toilet. Misal, saat harus meneruskan Kuliah atau tidak. Memilih tempat bekerja. Menjadwalkan aktifitas dalam keseharian. Sampai-sampai, tidak “mules”pun, saya akan pergi ke toilet dan memulai berpikir. Salah satunya, hasil dari Tulisan ini 😀

Keliling Kota Tengah Malam

Ini tidak berlaku di seluruh kota, apalagi jakarta. Hanya kota-kota tertentu dengan tingkat ketenangan dan keamanan yang terjamin. Di bandar lampung sendiri, aktifitas malam ramainya sampai jam 1 malam, selebihnya kota akan tenang dan sepi. Nah di waktu kota sedang tenang dan sepi inilah, jam yang tepat untuk berkeliling. Merasakan kesegaran udara malam bercampur sisa sisa polusi yang sedang proses pengembunan. Sekali lagi, ini berlaku bagi kota yang menjamin keamanannya. Seperti di bandar lampung, bersyukur tingkat keamanan di kota ini sangat TOP. Balik lagi ke pembahasan, di bandar lampung, semakin malam maka semakin indah dan sejuk. Suasana kota yang di penuhi dengan bukit bukit cantik, di kelilingi oleh teluk teluk & pantai yang indah. Membuat nuansa malam semakin merona. Keindahan dan sensasi nya lah yang membuat pikiran tenang dan relax. Biasanya saya berkeliling dengan motor, agar udara semakin terasa diwajah dan tembus ke otak bagian dalam .

Nah, sementara ini, 3 tempat itulah yang biasa saya gunakan untuk pelampiasan. Ada yang sengaja tidak saya masukan point diatas. Karena ini diatas segala gala ketenangan. Yakni bermediasi dengan Allah di sepertiga malam, baik di masjid atau di rumah. Itu waktu terbaik dan sebaik baik tempat. 3 point di atas saya jadikan selingan saja, bukan rutinitas. Hanya disaat saat saya sedang jenuh melampiaskan kesakitan hati sendiri didalam rumah.

Terima kasih, 🙂